Mantap Tenan Soto Cak Mitir, Olah Daging dari Peternakan Sendiri

Oleh : TRIBUN-BALI.COM | Dibaca : 202Pengunjung

Sumber Foto : TRIBUN-BALI.COM

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Meskipun setiap koki punya resep yang berbeda, yang namanya soto tetaplah makanan berkuah dengan isian daging sebagai pelengkapnya.
 
Kuliner ini pun sangat akrab dengan lidah masyarakat Indonesia. Selalu digemari dan nggak ada matinya. 
 
Bagi penggemar soto, sempatkanlah waktu untuk mencicipi soto khas Warung Cak Mitir. Mereka memiliki aneka varian soto, baik dari olahan daging ayam ataupun sapi, rasanya begitu menggigit.
Kuahnya gurih dengan olahan dari bumbu-bumbu alami. Sedangkan dagingnya terasa empuk sebab diproses dari daging yang pas, tidak terlalu tua, juga tidak terlalu muda.
"Baik daging ayam, sapi, ataupun kambing, kami selalu pastikan dalam keadaan segar. Daging tersebut kami peroleh dari peternakan milik sendiri," jelas Ema penanggung jawab Warung Cak Mitir.
 
Selain diolah menjadi soto, daging ini juga dimasak menjadi gulai dan sate yang rasanya tak kalah mantap.
Sebagai padanan soto, sate, dan gulai, kehadiran sambal ulek pun semakin memperkaya rasanya. Sambal yang pedas-pedas segar ini akan membuat nafsu makan semakin meningkat.
Anda pun dapat menikmati soto dengan perasan jeruk nipis untuk menambah sensasi segar.
Soto ini juga bisa disantap dengan tambahan bakso. Menurut Ema, bakso khas Cak Mitir dibuat secara homemade.
 
Bakso ini didominasi oleh daging, sehingga tekstur luarnya tidak begitu lembut. Namun ketika digigit, rasanya gurih dan pas untuk dikunyah. 
 
Jika Anda penyuka jeroan, Anda bisa mencicipi soto ayam hati rempela.
Sedangkan bagi penikmat ceker ayam, hadirnya menu soto ceker barangkali akan memanggil selera makan Anda. 
 
Jika Anda sedang tidak ingin menyantap hidangan berkuah, cobalah sate tusuk khas Warung Cak Mitir.
Selain dibuat dari daging ayam atau kambing segar, sate ini pun baru akan dipanggang ketika Anda memesannya.
Jadi sebelum mencicip satenya, bersabarlah sejenak meskipun aroma daging di atas panggangan begitu menggoda.
Tak lupa di atas sate matang dilumuri dengan bumbu khas Cak Mitir yang membuat daging semakin terasa gurih dan nikmat.
 
Tambahan berupa bawang dan cabai iris pun akan semakin menambah cita rasanya. Sajian berupa nasi goreng dan mi goreng pun dapat memuaskan rasa lapar Anda. 
"Selain melayani pemesanan di tempat, kami juga menerima pesanan nasi kotak dan catering," tambah Ema.
Penikmat masakan Warung Cak Mitir pun bukan hanya warga lokal. Beberapa turis asing yang singgah di kawasan Baturiti pun lebih memilih mencoba masakan khas Indonesia ini.
 
Ketika Tribun Bali mampir di Warung Cak Mitir, ada sekelompok turis asing asal Eropa juga makan di sana.
Mereka awalnya tidak terlalu mengerti tentang nama-nama makanan yang tercantum di daftar menu. Staf Warung Cak Mitir pun menjelaskan tentang menu tersebut.
Dari lima orang, empat di antaranya memilih untuk mencicipi soto.
 
Kelompok turis itu pun menyantap makanan dengan lahap. Bahkan ketika meninggalkan warung, terlihat mangkuk yang mereka gunakan tidak ada lagi jejak sisa makanan.
Mereka menyantap dengan lahap. Rupanya menu soto khas Warung Cak Mitir juga digemari warga asing. Mantap Tenan!
Pemandangan Tiga Bukit
Selain menyajikan makanan yang menggugah selera, Warung Cak Mitir juga memanjakan pengunjung dengan suasana makan yang segar.
Jika Anda memilih untuk duduk di teras Barat, maka Anda dapat melihat barisan tiga gunung dan bukit.
Menurut Ema, gunung yang letaknya paling belakang adalah Gunung Batukaru. Kemudian mengikuti di depannya adalah bukit yang berada di kawasan Bedugul.
Lokasi Warung Cak Mitir yang terletak di kawasan Baturiti, tepatnya di Jalan Denpasar-Bedugul, memang memungkinkan pengunjungnya melihat pemandangan khas dataran tinggi.
 
Anda juga bisa melihat perkebunan warga serta aktivitas petani di lahan mereka. Udaranya terasa sejuk. 
Di samping pemandangan alam, mereka juga mendekorasi warung dengan suasana yang etnik dan menarik.
Bangunannya didominasi bahan kayu sehingga menimbulkan kesan klasik dan natural. Sebagai pajangan dinding, mereka menggunakan alat musik angklung dan uang tertas kuno beberapa negara.
 
Mereka juga memiliki taman mini yang terletak di bagian Barat warung. Di sana terdapat kolam dengan jembatan lengkung pelangi yang menarik jika digunakan sebagai lokasi berfoto.
Sebuah bangunan pondok gazebo pun berdiri di dekat kolam. Taman ini ditumbuhi beragam tanaman hias yang membuatnya semakin indah. (*)
Menu
Nasi Soto Ayam Rp 22.000
Nasi Soto Ceker Rp 20.000
Nasi Soto Babad Rp 23.000
Nasi Soto Bakso Rp 30.000
Sate Kambing Rp 25.000
Sate Ayam Rp 20.000

Sumber Artikel : TRIBUN-BALI.COM