Puncak Upacara Danu Kertih Digelar di Ulundanu Batur

Oleh : suaradewata | Dibaca : 830Pengunjung

Sumber Foto : Google Images

Puluhan ribu umat Hindu dari seluruh Bali hadir dalam puncak upacara ‘Danu Kertih’ yang digelar di Danau Batur, Kabupaten Bangli, Bali, (16/12). Selain untuk memohon keselamatan manusia dan alam semesta, upacara ini sebagai bentuk penghormatan terhadap alam khususnya danau sebagai sumber air (kehidupan). 
 
Ritual ‘pekelem’ menjadi ritual puncak yang digelar pada puncak upacara ‘Danu Kertih’ yang digelar di areal Pura Ulundanu Batur, Bangli, sekitar 70 kilometer arah timur laut Kota Denpasar. Selain digelar di Danau Batur, ritual ‘pekelem’ ini juga digelar di kepundan Gunung Batur. 
 
Dalam ritual ‘pekelem’ ini, umat Hindu membawa berbagai jenis hewan kurban mulai kerbau, sapi, babi, kambing, ayam, dan itik ke tengah Danau Batur dengan menggunakan perahu motor. 
 
Setibanya di lokasi ‘pekelem’ di tengah-tengah Danau Batur, seluruh hewan kurban dan sesajen upacara ditenggelamkan ke dasar danau. 
 
Bagi umat hindu Bali, ritual ‘pekelem’ di kawasan danau batur ini dipercaya dapat menjaga keseimbangan kosmis atau alam semesta. Ritual ‘pekelem’ ini pertama kali digelar di Danau Batur pada tahun 1712 Masehi saat bali diperintah raja Sri Ugrasena Wardana. 
 
Ritual ‘pekelem’ merupakan salah satu dari sekian banyak rangkaian ritual dalam upacara ‘Danu Kertih’ ini. Sebelum ritual puncak ‘pekelem’ juga digelar beberapa ritual lainnya seperti ‘labuh gentuh’ dan ‘mendak toya’. 
 
“Upacara ‘Danu Kertih’ ini merupakan upacara yang digelar setiap lima tahun sekali dan sudah dilakukan turun-temurun selama berabad-abad. Selain untuk memohon keselamatan manusia dan alam semesta, upacara ini juga untuk mengingatkan manusia agar senantiasa menghormati dan menjaga kelestarian alam sekitar,” jelas panitia upacara ini, Jero Gede Batur Alitan. (dev) 

Sumber Artikel : Beritabali.com